Untitled Document

Masyarakat Ekonomi ASEAN, Ancaman atau Peluang??........


Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah bentuk kerja sama ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar negara anggotanya. Konektivitas tersebut mencakup lalu lintas komoditas, tenaga kerja, permodalan dan investasi di Negara ASEAN. Lima Pilar MEA 2025 yang saling terkait adalahEkonomi ASEAN yang terintegrasi dan kohensif, ASEAN yang kompetitif, inovatif dan dinamis, Meningkatkan Konektifitas dan Kerjasama Sektoral, ASEAN yang tangguh, inklusif dan berorientasi serta berfokus ke masyarakat dan Global ASEAN 

 
Demikian disampaikan oleh Bapak Wahyu Ario Pratomo mewakili Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ac.,Ak Dekan Fakultas Ekonomi USU pada kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP) tanggal 18 April 2016 di Gedung Serba Guna LPP Kampus Medan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kesiapan dalam menjalankan MEA diperlukan beberapa strategi diantaranya adalah pengembangan di bidang industri, pertanian, kelautan dan perikanan, energi, insfrastruktur, sistem logistik nasional, perbankan dan investasi, tenaga kerja, kesehatan, perdagangan, kepariwisataan dan kewirausahaan. Penerapan strategi disegala bidang menjadikan MEA sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kemampuan SDM dan produk yang mampu berdaya saing dengan negara-negara ASEAN lainnya dan bukan sebagai ancaman agar kita bisa berkembang.

Penanggung Jawab kegiatan ini adalah Bapak Arnold Lbn Gaol, ST. Kuliah umum bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan seluruh mahasiswa  prodi TPHP mengenai tantangan dan pembentukan soft skill mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini dilakukan dalam satu pekan dengan berbagai topik yang relevan dalam pengembangan wawasan mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan narasumber dari berbagai instansi, yaitu : Drs. Usman Pratama (PT. Lonsum, Tbk), Ishman Sibuea, ST.,MM (PTPN II), Ir. H. Sufianto (Konsultan Pengolahan Karet) dan Ibnu Maulana Arif (PTPN II).


Kegiatan sejenis akan terus dilakukan untuk prodi TPHP yang akan datang dengan melibatkan narasumber tingkat nasional dan internasional.
(tty/alg)