Untitled Document

Seminar Perpustakaan Sekolah di STIP-AP "Perpustakaan Diharapkan Dukung Literasi di Sekolah"


Medan, (STIP-AP)

Perpustakaan diminta mampu merangsang minat baca masyarakat khususnya anak didik di sekolah. Kemajuan teknologi yang begitu pesat harus dibarengi dengan kemampuan tenaga perpustakaan untuk mengelola perpustakaan menjadi tempat yang disenangi.

Demikian disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) Wagino, S.P., M.P pada Seminar Perpustakaan Sekolah bertema “Peran Perpustakaan dan Pustakawan Sekolah Dalam Penerapan Literasi Informasi Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Gedung Sidamanik LPP, Jalan Willem Iskandar Medan, Rabu (28/2).

 Ketua STIP-AP mengatakan anak-anak zaman sekarang maunya yang instan. Hal ini sangat berbahaya dan mengancam budaya. Sehingga anak-anak perlu dilatih kemampuan berfikirnya agar tidak selalu berfikir yang instan.

“Untuk memecahkan kemampuan berfikir dan meningkatkan kemampuan kognitif, maka diperlukan keterampilan belajar dan membaca. Membaca dapat dilakukan dengan mengunjungi perpustakaan atau toko buku seperti gramedia dan buku yang dibaca sifatnya bisa konvensional atau buku cetak dan bisa juga buku-buku elektronik melalui gadget,”ujarnya.

Saat memberi sambutannya, beliau juga menyampaikan sekilas tentang profil STIP-AP dan perannya di masyarakat khususnya terkait Perguruan Tinggi yang bergerak di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Ferlin H. Nainggolan SH, yang dalam kesempatan ini diundang sebagai narasumber dalam Seminar Perpustakaan Sekolah mengatakan, pihak sekolah harus mengetahui bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada Pasal 23 ayat 6 dijelaskan bahwa sekolah/madrasah harus mengalokasikan dana paling sedikit 5 persen dari anggaran belanja operasional sekolah/madrasah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk pengembangan perpustakaan.

Perpustakaan, katanya tidak hanya tempat untuk menyimpan, mengembalikan dan meminjam buku saja, tetapi perpustakan merupakan pusat pembelajaran dimana pustakawan dituntut untuk dapat berkolaborasi/bekerjasama dengan pihak kepala sekolah, guru, dan seluruh komunitas sekolah dalam mendidik siswa dalam meningkatkan minat baca.

Menurutnya, peran ideal tenaga perpustakaan sekolah yakni mampu memfasilitasi kepemimpinan infrastruktur, membina kerja sama dengan guru-guru, berkolaborasi untuk memastikan literasi informasi diintegrasikan dalam kurikulum, mengembangkan dan mengajar literasi informasi, membuat strategi untuk meningkatkan dan mengembangkan keahlian membaca, mendengar dan berfikir kritis diantara siswa.

Ferlin H. Nainggolan SH selaku Kepala Dinas menambahkan bahwa untuk meningkatkan minat baca dan Literasi, Dinas Perpustakaan  dan Arsip sebagai Pembina juga sudah melakukan berbagai terobosan seperti membentuk Dewan Perpustakaan, Dewan Pakar Provinsi Sumatera Utara dan Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara, Bahkan deklarasi Sumut sebagai Provinsi Literasi ditahun 2018 akan dicanagkan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut.

Sekretaris Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (FORMALSU), Agus Marwan yang juga diundang sebagai narasumber dalam Seminar Perpustakaan Sekolah yang diadakan STIP-AP mengatakan, literasi saat ini sudah berkembang di Sumatera Utara sejalan dengan telah dilakukan deklarai Sumut sebagai Provinsi Literasi. Maka, banayk model literasi yang diterapkan sekolah, diantaranya dengan mengelar pelatihan tulis menulis, pelatihan membaca dan sebagainya.

Terkait dengan perpustakaan, Agus Marwan berharap agar ada kalaborasi dalam mengembangkan literasi seperti mencanangkan kunjungan ke perpustakaan dan mebacakan hasil buku yang dibaca dan mampu membuat referensi buku. Dia berharap agar pengelola perpustakaan dan pustakawan lebih kreatif dan inovatif dalam mengembagkan literasi di sekolah.

Kepala Perpustakaan STIP-AP sunyianto, S.Sos., M.I.Kom mengatakan, Seminar ini diikuti sebanyak 90 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan kepala perpustakaan sekolah dari SMA dan SMK sejumlah kabupaten kota di antaranya, Medan, Deli Serdang, Serdang Berdagai, dan lainnya. Selain seminar juga digelar visit ke Pepustakaan STIP-AP dan memberian Library Awards kepada pemustaka terbaik. (fdl)